Alexander Marwata Tak Malu Ketua KPK Tersangka, ICW: Terlihat sebagai Pengacara Firli! : Okezone Nasional

Berita140 Dilihat

JAKARTA – Pernyataan Wakil Ketua Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), Alexander Marwata mendapat sorotan Indonesian Corruption Watch (ICW). Alex menyebut tidak malu dengan penetapan tersangka Firli Bahuri oleh Polda Metro Jaya.




Peneliti ICW, Kurnia Ramadhana menyebutkan, pernyataan yang dimaksud menunjukkan fenomena tumbuhnya jiwa korsa di KPK.

“Apa yang disampaikan Alexander, terutama menyangkut persoalan “malu” menunjukkan bahwa pada level Pimpinan KPK tidak menerapkan zero tolerance kepada praktik korupsi,” kata Kurnia, Jumat (24/11/2023).

Kurnia melanjutkan, apa yang disampaikan Alex tersebut tidak mencerminkan posisinya sebagai pimpinan lembaga antirasuah. Malah, menurut Kurnia, pernyataan tersebut layaknya pengacara.

“Bagi ICW, Alexander lebih terlihat sebagai Pengacara Firli, ketimbang Pimpinan KPK. Lagipun, bagaimana mungkin kerja KPK akan berjalan baik jika dipimpin oleh seorang Koruptor seperti Firli Bahuri?,”pungkasnya.

Sekadar diketahui, Alex menyatakan dirinya tidak malu dengan penetapan tersangka Firli Bahuri oleh Polda Metro Jaya dalam perkara dugaan pemerasan. Alex menyebutkan, dirinya berpegang pada prinsip asas praduga tak bersalah.


Follow Berita Okezone di Google News


Dapatkan berita up to date dengan semua berita terkini dari Okezone hanya dengan satu akun di
ORION, daftar sekarang dengan
klik disini
dan nantikan kejutan menarik lainnya


“Apakah kami malu? Saya pribadi tidak! Karena apa? Ini belum terbukti, belum terbukti,” kata Alex saat konferensi pers di kantornya, Kamis (23/11/2023).

Alex pun tidak mau ambil pusing tentang penilaian negatif dari masyarakat. Menurutnya, masyarakat tidak mempunyai dasar yang kuat atas citra negatif kepada pihaknya. “Masyarakat menilai? Masyarakat dasarnya apa? Kan begitu,” ujarnya.

Baca Juga  Penyanyi Jazz Cici Sumiati Meninggal saat Manggung di Bandung, Atiek CB Berduka

Terkait penetapan tersangka Firli, Alex menyebutkan hal tersebut masih dalam tahap awal. Untuk mencari tahu kebenaran hal tersebut perlu melewati proses persidangan.

“Tetapkan tersangka? Oke, tetapi, sekali lagi ini baru tahap awal, nanti, masih ada tahap penuntutan dan pembuktian di persidangan, itu yang teman-teman harus kawal, monitor, ikuti bagaimana proses ini berjalan di Polda, tidak berhenti di sini, tidak berhenti pada penetapan tersangka,” tegasnya.

Quoted From Many Source

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *