Elon Musk Cari Sukarelawan untuk Uji Coba Penanaman Chip pada Otak Manusia : Okezone News

Berita125 Dilihat

CALIFORNIA – Neuralink, perusahaan neuroteknologi milik miliarder Elon Musk, mencari sukarelawan untuk ‘uji klinis pertama pada manusia’ penelitian teknologi implan chip otak.

Dilansir dari Unilad, implan chip otak ini telah melewati tahap uji coba pada hewan seperti babi dan monyet sebelumnya, tetapi belum pernah ditanamkan ke otak manusia. Perusahaan yang didirikan oleh Elon Musk bersama tim tujuh ilmuwan dan insinyur itu, mengumumkan bahwa mereka telah menerima persetujuan dari Badan Pengawas Obat dan Makanan (FDA) untuk melakukan uji coba pada manusia awal tahun ini, tepatnya pada Mei.




Setelah pengumuman ini, mereka juga mendapatkan persetujuan dari sebuah dewan peninjau independen dan rumah sakit sebagai lokasi pertama untuk memulai rekrutmen peserta uji coba.

Dalam sebuah postingan di X, yang sebelumnya dikenal sebagai Twitter, Neuralink mengumumkan pembukaan aplikasi pada Selasa (19/9/2023) untuk orang-orang yang tertarik dalam mengikuti uji klinis pertama mereka.

Postingan tersebut menyatakan, “Kami sangat gembira mengumumkan bahwa rekrutmen telah dibuka untuk uji klinis pertama kami pada manusia! Jika Anda menderita quadriplegia karena cedera tulang belakang leher atau amyotrophic lateral sclerosis (ALS), Anda mungkin memenuhi syarat. Pelajari lebih lanjut tentang uji coba kami dengan mengunjungi postingan blog terbaru kami.”


Follow Berita Okezone di Google News


Dalam entri blog Neuralink, dijelaskan bahwa penelitian yang disebut “PRIME” (Precise Robotically Implanted Brain-Computer Interface) adalah sebuah uji coba perangkat medis investigasi yang inovatif untuk antarmuka otak-komputer nirkabel (BCI) yang dapat ditanamkan sepenuhnya. Uji coba ini memiliki tujuan untuk mengkaji keamanan implan (N1) dan robot bedah (R1), serta menilai fungsi awal BCI untuk memungkinkan individu dengan kelumpuhan mengendalikan perangkat eksternal dengan pikiran mereka

Baca Juga  Anies Baswedan Ungkap Kesan Pertama Bertemu AHY: Cerdas tapi Kaku

Selama tahap penelitian ini, robot R1 akan digunakan untuk melakukan prosedur pembedahan penempatan benang ultra-halus dan fleksibel dari Implan N1 ke wilayah otak yang mengontrol niat gerakan.

Setelah pemasangan, Implan N1 tidak dapat terlihat secara visual dan dirancang untuk merekam sinyal otak serta mengirimkannya secara nirkabel ke sebuah aplikasi yang dapat menerjemahkan niat gerakan pengguna. Tujuan awal dari antarmuka otak-komputer (BCI) ini adalah memberikan kemampuan kepada individu untuk mengendalikan kursor atau keyboard komputer hanya dengan menggunakan pikiran mereka.

Postingan tersebut menjelaskan, bahwa Studi PRIME merupakan langkah penting dalam upaya mereka untuk mengembangkan antarmuka otak yang dapat digunakan secara umum, dengan tujuan untuk memulihkan otonomi bagi individu yang membutuhkan perawatan medis khusus.

Jika Anda tertarik untuk mengetahui apakah Anda memenuhi syarat untuk berpartisipasi dalam uji klinis Neuralink saat ini atau di masa depan, Anda disarankan untuk bergabung dengan Pendaftaran Pasien mereka. Syarat bagi peserta adalah berusia “setidaknya 22 tahun” dan memiliki “pengasuh yang konsisten dan dapat diandalkan.”

Menurut brosur PRIME, perkiraan waktu penelitian ini adalah sekira “enam tahun untuk diselesaikan,” yang mencakup “kombinasi sembilan kunjungan ke klinik, baik secara langsung maupun di rumah, selama kurang lebih 18 bulan.” Peserta yang terlibat akan menjalani “tindak lanjut rutin” dengan para ahli untuk memonitor perkembangan mereka dan memastikan bahwa antarmuka otak-komputer Neuralink terus berfungsi dengan baik.

Konten di bawah ini disajikan oleh Advertiser. Jurnalis Okezone.com tidak terlibat dalam materi konten ini.

Quoted From Many Source

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *