Gelapkan Dana Desa Rp501 Juta, Eks Kades Tonjong Jadi Tersangka : Okezone Megapolitan

Berita113 Dilihat

 

DEPOK – Eks Kepala Desa Tonjong, Tajurhalang, Kabupaten Bogor periode 2019-2025 berinisial NH (43) ditetapkan sebagai tersangka kasus dugaan korupsi dana desa dengan program satu miliar satu desa (Samisade) yang diperuntukkan betonisasi jalan senilai Rp501 juta.




Diketahui berkas perkara kasus dugaan korupsi yang melibatkan tersangka NH telah lengkap dan segera dilimpahkan ke Kejaksaan Negeri (Kejari) Kabupaten Bogor, Cibinong beserta barang bukti.

 BACA JUGA:

“Samisade adalah program unggulan dari pemerintah untuk desa-desa untuk memajukan perekonomian. Kemudian dialokasikan anggaran maksimal 1 miliar tiap desa dan nanti desa mengusulkan pembangunan apa untuk desanya,” kata Kasat Reskrim Polres Metro Depok, Kompol Hadi Kristanto di Mapolres, Kamis (12/10/2023).

Adapun, dalam hal ini Desa Tonjong mengajukan untuk betonisasi jalan di wilayahnya dengan anggaran Rp800 juta yang terdiri dari dua termin. Modus yang digunakan oleh tersangka adalah membagi kegiatan pembetonan ini dua tahap.

 BACA JUGA:

“Kemudian untuk tahap pertama dana cair namun pekerjaan tidak diselesaikan. Dia ajukan pencairan tahap kedua tapi tidak dilaksanakan kegiatan sama sekali. Sehingga dari total anggaran Rp800 juta sekian kerugian negara yang ditetapkan kurang lebih Rp500 jutaan,” tambahnya.

Hadi menyebut tersangka NH menjalankan aksi dugaan korupsi seorang diri dengan memanfaatkan jabatan sebagai Kepala Desa saat itu. Sedangkan hasil dugaan korupsi dipergunakan untuk kebutuhan sehari-hari.

“Tersangka melakukan kegiatan sendiri dengan status sebagai kades dengan inisial NH. Iya kepala desa Tonjong, Tajur Halang, Kabupaten Bogor.Uang hasil korupsi dipergunakan untuk keperluan sehari hari,” ujarnya.


Follow Berita Okezone di Google News


Hadi menekankan bahwa kejanggalan laporan keuangan pada periode kedua menjadi dasar untuk ditelusuri perihal dugaan korupsi dana desa tersebut.

Baca Juga  Aib TikTokers Farel Aditya Dibongkar Asisten Pribadi dr Richard Lee

“Untuk pembuatan laporan keuangan itu yang menjadi dasar karena tersangka melakukan sendiri jadi hal-hal tersebut yang mendasari kerancuan dan ketidak normal-an dalam penggunaannya. Oleh karena itu ada indikasi kita telusuri ternyata ada mungkin laporan keuangan tidak ada pengerjaan di termin keduanya,” ucap Hadi.

 BACA JUGA:

Hadi mengungkap bahwa atas perbuatannya tersangka NH terancam hukuman penjara lebih dari 10 tahun.

“Ancaman hukumannya diatas 10 tahun Undang Undang Tindak Pidana Korupsi (Tipikor),” ucap Hadi.

 BACA JUGA:

Sebelumnya, Polres Metro Depok menangkap pria berinisial NH yang merupakan Kepala Desa Tonjong, Tajur Halang, Kabupaten Bogor. NH diduga melakukan penggelapan dana bantuan infrastruktur program Satu Miliar Satu Desa (Samisade) yang merugikan negara hingga Rp501 juta.

“Iya benar mengamankan Kades Tonjong, NH terduga pelaku penyelewengan dana Samisade,” ungkap Wakasatreskrim Polres Depok, AKP Nirwan Pohan saat dikonfirmasi, Rabu (19/7/2023).

Nirwan menuturkan, sejumlah barang bukti turut diamankan dari penangkapan Kades Tonjong tersebut di antaranya satu banner papan kegiatan betonisasi Jalan Desa Tonjong; Surat Perintah Pencairan Dana (SP2D) senilai Rp503.151.267 dan Rp335.434.178, proposal permohonan bantuan keuangan infrastruktur desa tahun anggaran 2022, dan sejumlah dokumen lainnya.

“Kerugian negara akibat dugaan penggelapan ini mencapai Rp501 juta. Kami masih terus mengembangkan kasus ini,” ucapnya.

Quoted From Many Source

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *