Haris Azhar: Kita Sudah Terlatih, Diblokir hingga Dipidanakan : Okezone Nasional

Berita49 Dilihat

JAKARTA – Aktivis hak asasi manusia (HAM), Haris Azhar menyoroti penghalang-halangan kebebasan menyampaikan pendapat, yang menurutnya sudah menjadi hal biasa dialami para aktivis.

“Kita tidak perlu takut siapa menang nomor 1, 2, 3 ke depan. Karena kita sudah terlatih seperti yang Bang Usman sebutkan tadi. Di-intel-in, dirayu, di-WA, diblokir, dipidanakan, dihalang-halangi skripsinya, itu cerita yang sudah semakin terbiasa,” kata Haris dalam aksi bertajuk ‘Jumat Melawan Geruduk MK’, Patung Kuda, Monas, Jakarta Pusat, Jumat (2/2/2024).

Haris menegaskan, hal yang perlu ditakutkan, yakni jika pemimpin yang akan datang tidak menaruh perhatian terhadap kasus-kasus pelanggaran HAM yang harus diselesaikan.

“Yang perlu kita takutkan ketika butuh margin dan diam menjadi penentu dari proses demokratis ke depan. Kenapa kita takut? Karena kita takut yang berkontestasi ini, tidak ada atau mereka terbata-bata untuk berhadapan dengan keluarga korban seperti Ibu Marsih dan ibu-ibu yang lain,” ucap Haris.

“Mereka akan terbata-terbata ketika berhadapan dengan orang-orang yang digusur untuk tambang nikel. Mereka yang tergusur karena ada praktik-praktik oligarki yang terjadi di mana-mana,” sambungnya.

Lebih jauh, ia menyebut jika pemimpin terpilih tak acuh seperti yang demikian, maka mahasiswa yang harus turun tangan.




Follow Berita Okezone di Google News


Dapatkan berita up to date dengan semua berita terkini dari Okezone hanya dengan satu akun di
ORION, daftar sekarang dengan
klik disini
dan nantikan kejutan menarik lainnya

“Maka ketika mereka terbata-bata, kalian (mahasiswa) lagi lah yang harus muncul. Kalian jangan menjadi anak muda yang hanya berkativitas ketika masih di BEM,” ujarnya.

Baca Juga  Gabung Gresini Ducati, Marc Marquez Ogah Jemawa untuk MotoGP 2024 : Okezone Sports

“Tapi begitu selesai di BEM, ikut CSR-nya kementrian mana, BUMN mana. Atau masuk partai kemudian lupa pada apa yang kalian perjuangkan,” pungkasnya.

Quoted From Many Source

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *