Mengenal Gentle Parenting, Bentuk Pola Asuh yang Cocok untuk Anak saat Ini : Okezone Lifestyle

Berita136 Dilihat

POLA asuh yang tepat pada anak sangatlah penting. Sebab, pola asuh berdampak pada tumbuh kembang sikap anak di lingkungannya. Pola asuh yang tidak tepat seperti sering membentak dan melakukan kekerasan bisa jadi penyebab anak memiliki tingkah laku kriminal di masa depan.

Untuk itu, penting sekali memilih pola asuh yang tepat. Namun, jika diperhatikan pola asuh sangatlah banyak. Lantas, manakah pola asuh yang tepat untuk anak? Menurut Psikolog Anak, Irma Gustiana Andriani pola asuh yang tepat untuk anak-anak masa kini yakni gentle parenting.

Gentle parenting merupakan pendekatan pada pola pengasuhan di mana orangtua mengambil sisi atau hal yang berupa kelembutan, kebijakan, dan cenderung mengasuh anak dengan cara yang positif.

Irma menegaskan, dalam melakukan gentle parenting, para orangtua pun masih boleh mendisiplinkan anak tetapi dengan cara yang positif.

“Disiplin positif artinya kita melakukan pendekatan kepada anak supaya mereka lebih tahu mana yang boleh dan mana yang tidak tapi dengan cara yang lebih positif. Dalam hal ini memberi konsekuensi (pada anak yang bersalah atau melanggar) boleh, namun tidak dengan hukuman,” tutur Irma saat ditemui di iNews Tower, Selasa 26 September 2023.

Irma menjelaskan, hukuman dengan konsekuensi sangat jauh berbeda. hukuman kerap kali diberikan oleh orangtua dan menyisakan trauma pada anak. Sebab, hukuman yang diberikan ini tidak sesuai dengan kesalahan yang dilakukan oleh anak. Sementara konsekuensi, biasanya ada perbincangan antara orangtua dengan anak.


Follow Berita Okezone di Google News


Misalnya, di rumah terdapat peraturan salat berjamaah di waktu maghrib. Namun, sang anak tidak melakukan hal tersebut. Sebagai orangtua, kita berhak menegurnya dan mencari tahu penyebab mereka melakukan pelanggaran.

Baca Juga  Dokter Paru Ungkap Kesulitan dalam Menangani Pasien TB di Lombok Utara : Okezone health

Kemudian, orangtua juga boleh memberikan konsekuensi pada anak atas kesalahan mereka.

“Konsekuensinya itu restitusi atau pilihan A,B,C, apa kaya jadi imam atau apa pun yang penting sesuai dengan kesalahan,” tutur Irma.

Konten di bawah ini disajikan oleh Advertiser. Jurnalis Okezone.com tidak terlibat dalam materi konten ini.

Quoted From Many Source

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *