PLTU Adipala Pakai Serbuk Kayu dan Limbah Uang Kertas Gantikan Batu Bara : Okezone Economy

Berita36 Dilihat

JAKARTA – DPR RI dan Kementerian ESDM mendorong percepatan target bauran energi baru dan terbarukan (EBT). Salah satunya dengan mendukung inovasi pada Pembangkit Listrik Tenaga Uap (PLTU) sehingga listrik yang dihasilkan ramah lingkungan.

Komisi VII DPR RI dan Kementerian ESDM pun memberikan perhatian pada PLTU Adipala yang memanfaatkan biomassa sebagai bahan bakar pengganti batu bara (cofiring), dengan memanfaatkan berbagai limbah dari kayu hingga uang kertas.



PLTU Adipala menggunakan 100 ton yang dijadikan cofiring atau subtitusi energi primer Pembangkit Listrik Tenaga Uap.

Ketua Komisi VII Sugeng Suparwoto mengatakan, PLTU Adipala terus berinovasi untuk menjadi PLTU yang lebih hijau dan ramah lingkungan dengan memanfaatkan biomassa sebagai bahan bakarnya, sehingga emisi yang dihasilkan dapat terus ditekan di tengah kebutuhan energi khususnya listrik yang terus meningkat.

“Kita dorong terus dan kita upayakan PLTU Adipala ini dapat mencapai 100% firing biomass seperti 4 PLTU lainnya yang telah mencapai 100%,” kata Sugeng, Sabtu (10/2/2024).

Sugeng menilai, PLN Indonesia Power sangat serius dalam menekan emisi pada PLTU Adipala, meskipun telah menggunakan teknologi super critical yang diyakini efisien dalam proses produksi listriknya namun PLN IP terus mencari terobosan yang salah satunya dengan menerapkan cofiring biomass di PLTU Adipala.

“Sekarang saya lihat upaya-upayanya sudah sungguh luar biasa diantaranya apa, di sini sudah super critical. Namun tidak hanya itu, cofiring biomass juga diterapkan,” ujarnya.

Sugeng melanjutkan, abu sisa pembakaran batu bara atau fly ash and bottom ash (FABA) dari PLTU Adipala pun telah dimanfaatkan sebagai produk campuran bahan baku untuk keperluan pembangunan infrastruktur.

“PLTU Adipala telah memulai itu dengan baik jadi telah memanfaatkan limbah juga yakni berupa apa FABA yang dari sisa sisa pembakaran batu bara telah dimanfaatkan menjadi produk-produk batu bata untuk berbagai keperluan infrasktruktur. Bagus sekali dan juga dalam rangka memenuhi kebutuhan kebutuhan ESG yaitu Environment, Social and Governance yang saya lihat PLTU Adipala ini menjalankan dengan baik,” paparnya

Baca Juga  Debat Ketiga Capres, Ariyo Ardi dan Anisha Dasuki Didaulat sebagai Moderator : Okezone Nasional

Sementara itu, Direktur Pembinaan Program Ketenagalistrikan Kementerian ESDM Wanhar mengungkapkan, dalam menerapkan cofiring PLTU Adipala telah melakukan inovasi dengan memanfaatkan berbagai sumber biomassa, mulai dari kayu hasil serbuk gergaji hingga limbah racik uang kertas (LURK). Hal ini sejalan dengan program Pemerintah dalam menurunkan emisi.


Follow Berita Okezone di Google News


Dapatkan berita up to date dengan semua berita terkini dari Okezone hanya dengan satu akun di
ORION, daftar sekarang dengan
klik disini
dan nantikan kejutan menarik lainnya

“PLTU Adipala dalam kondisi yang sangat baik, satu hal yang memang saya apresiasi adalah program dimana program Pemerintah ini sudah dilaksanakan oleh PLN IP dengan baik termasuk PLTU adipala. Dimana saat ini PLTU Adipala sudah melakukan program cofiring, dengan menggunakan limbah limbah, baik dari gergajian kayu maupun limbah uang kertas, ini menarik,” jelasnya.

Menurut Wanhar, pemanfaatan LRUK merupakan terobosan terbaru dan pasokannya terjamin, sebab berdasarkan data Bank Indonesia, dalam satu tahun ada 6 ribu ton LURK.

“Cofiring dengan limbah uang kertas ini pertama kali saya denger, ini juga menarik sebagaimana yang kita ketahui uang akan selalu ada, ya walaupun sudah ada emoney. Kalau dari penjelasan BI ini cukup sustain, karena ada sekitar 6 ribu ton pertahun, mudah-mudahan akan menjadi alternatif biomass yang akan memenuhi co-firing di PLTU Adipala,” ungkapnya.

Sementara itu, Direktur Utama PLN Indonesia Power Edwin Nugraha Putra mengatakan PLN Indonesia Power terus kejar target bauran Energi Baru dan Terbarukan (EBT) sebesar 23 persen di tahun 2025, salah satunya melalui program cofiring, termasuk di PLTU Adipala.

Baca Juga  Reaksi Lucu Guardiola soal Jurgen Klopp Cabut dari Liverpool di Akhir Musim 2023-2024: Saya Bisa Tidur Lebih Nyenyak! : Okezone Bola

Program ini dijadikan sebagai salah satu green booster dalam program percepatan peningkatan energi terbarukan dengan minimum investasi dikarenakan menggunakan fasilitas yang sudah ada.

“PLN Indonesia Power terus lakukan manuver untuk mencapai target bauran EBT di tahun 2025. Selain terus menggali potensi EBT di Indonesia, kami juga jalankan program cofiring yang dijadikan sebagai salah satu green booster dalam program percepatan peningkatan energi terbarukan. Tak hanya itu, kami juga terus mencoba beberapa alternatif bahan baku cofiring, salah satunya dengan LRUK dan berhasil” Ujar Edwin.

Saat ini PLTU Adipala terus menaikan target tonase dan kWh green untuk cofiring hingga 5 persen. Maka dari itu diperlukan tambahan material bahan bakar dari berbagai jenis biomassa, salah satunya adalah pemanfaatan Limbah Racik Uang Kertas (LRUK) yang bekerjasama dengan Bank Indonesia Purwokerto di tahun 2023.

Quoted From Many Source

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *