Siti Atikoh Ganjar Ajak Masyarakat Indonesia Belajar Anti Korupsi dari Jepang : Okezone Lifestyle

Berita114 Dilihat

KASUS dan budaya korupsi di Indonesia, baik di kalangan masyarakat mau pun pemerintahan, sayangnya terus tetap ada.

Tentu budaya korupsi ini tidak boleh didiamkan dan harus segera diberantas. Siti Atikoh, istri calon presiden Indonesia nomor urut 3 Ganjar Pranowo mengajak masyarakat Indonesia untuk belajar anti korupsi dari Jepang.

Dalam acara Sarasehan Ibu Bersama Rakyat: Memperingati Hari Antikorupsi, di Pullman Hotel, Jakarta, Sabtu (9/12/2023), Siti Atikoh bercerita jika dirinya bersama teman-temannya pernah berkunjung ke Jepang.

Kala itu, temannya tidak sengaja meninggalkan kamera kesayangannya suatu restoran yang ada di Jepang. Sesampainya di restoran, Siti Atikoh dan temannya melihat kamera tersebut masih rapi di tempat awal tertinggal.

Menurut Siti Atikoh, pengalaman tersebut termasuk ke dalam instrumental anti korupsi kepatuhan normatif.

Baca Juga: Tumbuhkan Laju Daur Ulang, Coca-Cola Gandeng Grab Gaungkan Program Recycle Me


Follow Berita Okezone di Google News


“Kepatuhan normatif ini berdasarkan studi yang ada itu lebih efektif. Karena sudah di-implementasi dalam keseharian, kejujuran dan moralitas, bukan karena takut dihukum tapi dia tahu karena itu salah,” jelas Siti Atikoh.

Menurutnya, pemahaman seperti itulah yang perlu ditanamkan pada anak-anak sejak kecil, karena semua tidak dapat terjadi secara instan. Untuk itu, Siti Atikoh menyarankan agar anak-anak mulai diajarkan budaya anti korupsi sejak usia empat tahun. Tentunya materi anti korupsi harus disesuaikan dengan usia tersebut.

“Yang paling efektif sebenarnya untuk pencegahan korupsi adalah anak usia 4-9 tahun. Mulai diberikan pondasi, nanti step by step akan ditingkatkan, mulai dari ada efek punishment-nya atau pendisiplinan,” tutup Siti Atikoh.

Baca Juga  Laga PSIS Semarang vs PSS Sleman Ricuh: 5 Bus Suporter Tamu Dirusak, Sopir Diancam Celurit hingga Dijarah! : Okezone Bola

Dalam kesempatan ini, ibunda Alam Pranowo tersebut juga memaparkan instrumen lain terkait budaya anti korupsi yakni kepatuhan instrumental yang berarti seseorang tidak mau melakukan korupsi karena ada konsekuensinya, dihukum karena ada undang-undang dan regulasi dari negara yang tidak memperbolehkan korupsi.

Ketika seseorang telah memiliki kepatuhan instrumental dan kepatuhan normatif, seseorang akan terhindar dari perilaku korupsi. Dengan demikian, Indonesia bisa jadi bebas korupsi.

Quoted From Many Source

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *