Survei SMRC: Diduetkan dengan Ridwan Kamil, Elektabilitas Ganjar Kalahkan Anies-Cak Imin dan Prabowo-Erick Thohir : Okezone Nasional

Berita127 Dilihat

BANDUNG – Hasil survei terbaru Saiful Mujani Research and Consulting (SMRC) pada September 2023 menunjukkan, dalam simulasi calon presiden dan wakil presiden, pasangan Ganjar Pranowo-Ridwan Kamil mendapatkan suara paling tinggi di Jawa Timur.

Dalam survei yang dilakukan pada pada 20-22 September 2023 itu, Ganjar Pranowo berpasangan dengan Ridwan Kamil mendapat dukungan 47 persen. Sedangkan Anies Baswedan-Muhaimin Iskandar 14 persen, Prabowo Subianto-Erick Thohir 24 persen, dan tidak jawab 14 persen.

Sementara dalam simulasi lainnya, Ganjar-Mahfud mendapat suara 45 persen, Anies-Muhaimin 12 persen, Prabowo-Erick 28 persen, dan tidak jawab 14 persen.

Menurut Saiful Mujani, setelah sekitar dua atau tiga minggu paska deklarasi Anies-Muhaimin, dukungan pada pasangan ini di Jawa Timur belum mengalami perkembangan.

“Mungkin butuh waktu yang lebih lama lagi untuk mengampanyekan pasangan Amin ini (agar lebih berkembang). Setidak-tidaknya sampai survei terakhir ini (20-22 September 2023), kita belum melihat adanya perkembangan positif terhadap pasangan ini,” ucap Saiful, Kamis (28/9/2023).

Saiful menambahkan, pasangan Anies-Muhaimin atau bagaimana Muhaimin menjadi calon wakil presiden mendampingi Anies adalah satu langkah politik yang tidak diperkirakan sebelumnya. Dia menyebut hal tersebut sebagai satu inovasi politik yang menarik.

“Walaupun Muhaimin adalah Ketua Umum Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) pasca Gus Dur, belum pernah menjadi calon wakil presiden mana pun. Sementara kali ini Muhaimin menjadi calon wakil presiden,” ungkapnya.


Follow Berita Okezone di Google News


Pilihan Muhaimin untuk berpasangan dengan Anies, kata Saiful, juga merupakan perkembangan baru dalam sejarah pemilihan presiden langsung di Indonesia. Dalam koalisi tersebut, ada Partai Keadilan Sejahtera (PKS).

Baca Juga  Anak Bung Hatta Harapkan Mahfud MD Jalankan UUD 1945 saat Jadi Wapres : Okezone Nasional

Ia menyebut, PKB dan PKS pernah berkoalisi di bawah calon Susilo Bambang-Yudhoyono. Namun ketika itu, calon wakil presiden bukan dari PKB maupun PKS. Namun, kali ini, di pucuk koalisi ada Muhaimin yang menjadi calon wakil presiden dan didukung oleh PKS.

“Ini perkembangan yang sangat baru dan menarik,” ujar Saiful.

Saiful berpandangan, sangat penting untuk membedah peta politik pemilihan presiden di Jawa Timur untuk melihat efek dari perkembangan tersebut.

Sebagai perbandingan, SMRC juga melakukan survei nasional secara tatap muka persis setelah deklarasi Anies-Muhaimin pada Sabtu 2 September 2023. Survei nasional tersebut dilakukan pada 2 sampai 11 September 2023.

Survei dilakukan secara nasional, namun yang dianalisis adalah khusus di Jawa Timur. Dalam format tanpa pasangan pada simulasi tiga nama, Ganjar Pranowo mendapat dukungan 44 persen, Prabowo Subianto 23 persen, Anies Baswedan 14,2 persen, sementara yang tidak menjawab atau tidak tahu 18,8 persen.

Saiful menjelaskan, bahwa suara Anies di Jawa Timur tidak banyak berbeda dengan suaranya di tingkat nasional, bahkan cenderung lebih rendah. Pada survei sebelumnya (31 Juli -11 Agustus 2023), secara nasional Anies mendapatkan dukungan 20,4 persen.

Menurut Saiful, ini menunjukkan di Jawa Timur, di mana deklarasi Anies-Muhaimin itu dilakukan, tidak membuat Anies menguat untuk sementara ini. “Di Jawa Timur, Ganjar masih unggul, terutama dengan Anies dengan selisih dukungan sekitar 30 persen,” ungkapnya.

Dalam simulasi pasangan di mana Anies berpasangan dengan Muhaimin melawan Ganjar-Ridwan Kamil dan Prabowo-Erick Thohir. Hasilnya, pasangan Anies-Muhaimin mendapat dukungan 12 persen, Ganjar-Ridwan Kamil 46 persen, Prabowo-Erick 23 persen, dan tidak jawab 19 persen.

Saiful juga mengatakan, di Jawa Timur yang merupakan basis PKB, NU, dan Muhaimin, setelah deklarasi Anies-Muhaimin, belum terlihat ada kejutan.

Baca Juga  Rendy Kjaernett dan Lady Nayoan Sepakat Damai

“Harapannya kan ada kejutan di mana dukungan pada pasangan Amin (Anies-Muhaimin) menjadi lebih kompetitif terhadap Ganjar maupun Prabowo. Namun, dalam survei 2-11 September 2023, deklarasi Amin tersebut belum memperkuat pasangan Amin maupun Anies sendiri,” katanya.

Lebih jauh, Saiful mengemukakan, dalam survei 2-11 September 2023 tersebut, yang disimulasikan memang hanya pasangan Ganjar-Ridwan Kamil dan Prabowo-Erick untuk melihat efek deklarasi pasangan Anies-Muhaimin. Secara teoretis jika ada pasangan dari wilayah tertentu, maka akan memperkuat dukungan dari wilayah asal pasangan tersebut.

“Namun, dalam simulasi di mana Ganjar berpasangan dengan Ridwan Kamil yang bukan berasal dari Jawa Timur, Ganjar tetap kompetitif dibanding Anies, bahkan ketika Anies sudah berpasangan dengan Muhaimin yang merupakan kader NU dan mantan ketua umum PB Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII), organisasi mahasiswa tingkat nasional yang berafiliasi dengan NU,” tandasnya.

Konten di bawah ini disajikan oleh Advertiser. Jurnalis Okezone.com tidak terlibat dalam materi konten ini.

Quoted From Many Source

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *