Wisatawan Dilarang Dekati Kawah Gunung Bromo Akibat Adanya Peningkatan Aktivitas : Okezone News

Berita80 Dilihat

MALANG – Pengelola Wisata Gunung Bromo meminta wisatawan tidak memasuki area kawah. Sebab dari data Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG) berdasarkan hasil pantauan, mencatat adanya peningkatan aktivitas kawah Gunung Bromo.

Hal ini membuat Balai Besar Taman Nasional Bromo Tengger Semeru (BB-TNBTS) mengeluarkan peringatan dini dan kewaspadaan ke para wisatawan, pelaku usaha pariwisata, dan masyarakat di sekitar kawasan Gunung Bromo.




“Masyarakat di sekitar Gunung Bromo, pengunjung, wisatawan, pendaki, pedagang, dan pelaku jasa wisata, agar tidak memasuki areal dalam radius satu kilometer dari kawah aktif Gunung Bromo,” kata Kepala BB-TNBTS, Hendro Widjanarko, melalui keterangan tertulisnya, Rabu (13/12/2023) malam.

Hendro juga meminta wisatawan, para pelaku wisata, dan masyarakat sekitar juga mewaspadai adanya letusan freatik yang diakibatkan aktivitas vulkanik Gunung Bromo. Apalagi letusan itu disebut PVMBG bersifat tiba-tiba.

“Masyarakat di sekitar Gunung Bromo, pengunjung, wisatawan, pendaki, pedagang, dan pelaku jasa wisata, agar mewaspadai terjadinya letusan freatik yang bersifat tiba-tiba dan tanpa didahului oleh gejala-gejala vulkanik yang signifikan,” kata dia kembali.

Hal ini karena pantauan PVMBG, kawah Gunung Bromo mengalami peningkatan aktivitas sejak Rabu pagi (13/12/2023) pukul 06.00 WIB, berupa teramatinya hembusan asap kawah berwarna kelabu, intensitas sedang hingga tebal, dengan tekanan sedang hingga kuat dari dalam kawah Gunung Bromo, berdasarkan pengamatan visual pada tanggal 13 Desember 2023 pukul 06.00 WIB.

“Sedangkan dalam pengamatan beberapa bulan. sebelumnya teramati hembusan asap kawah berwarna putih dengan intensitas tipis hingga tebal, tekanan lemah sedang dengan ketinggian berkisar 50 – 900 meter dari puncak. Warna hembusan asap kawah kelabu ini umumnya disertai dengan material abu vulkanik,” jelasnya.

Baca Juga  Dibuka Melemah, Rupiah Berpotensi Perkasa ke Rp 15.200 per Dolar AS


Follow Berita Okezone di Google News


Pengamatan kegempaan disebut Hendro, juga menunjukkan masih terekamnya tremor menerus dengan amplitudo 0,5-1 mm, dengan dominan 0,5 mm, yang disertai pula terekamnya gempa vulkanik dalam 3 kali kejadian selama Bulan Desember ini. Hal ini menunjukkan adanya proses fluktuasi tekanan di dalam tubuh Gunung Bromo yang disertai oleh aliran fluida ke permukaan.

“Pengamatan deformasi dengan menggunakan peralatan borehole tiltmeter dan tiltmeter, menunjukkan pola kecenderungan peningkatan tekanan di sekitar tubuh Gunung Bromo selama Bulan Desember ini,” terangnya.

Selain itu, ada potensi bahaya yang bisa ditimbulkan akibat meningkatnya aktivitas kawah, yakni terjadinya erupsi freatik, ataupun magmatik dengan sebaran material erupsi berupa abu dan lontaran batu pijar.

“Sebaran batu pijar dapat mencapai radius 1 kilometer dari pusat kawah, serta keluarnya gas-gas berbahaya bagi kehidupan,” tukasnya.

Quoted From Many Source

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *