Yenny Wahid Beberkan Program Unggulan Ganjar-Mahfud, Ada Santripreneur hingga Insentif Guru Ngaji : Okezone Economy

Berita104 Dilihat

PEMALANG – Zannuba Ariffah Chafsoh atau yang dikenal dengan Yenny Wahid menghadiri acara Istighosah dan Dzikir Kebangsaan di Pondok Pesantren Al Hikmah Mereng, Kecamatan Warungpring, Pemalang Jawa Tengah, Sabtu, 2 Desember 2023.

Selain memberikan motivasi dan semangat kepada 2000-an santri yang menjadi peserta dalam kegiatan ini. Yenny Wahid juga turut mensosialisasikan pasangan calon presiden dan calon wakil presiden Ganjar Pranowo- Mahfud MD di Pilpres 2024 mendatang.

 BACA JUGA:

Yenny yang kini menjabat Dewan Penasihat Tim Kampanye Nasional (TPN) Ganjar Pranowo – Mahfud MD mengungkapkan bahwa pasangan calon nomor urut 3 tersebut merupakan figur representasi santri, khususnya Mahfud MD.

Ganjar – Mahfud satu-satunya pasangan capres-cawapres yang punya kepedulian terhadap kemajuan pondok pesantren dan santrinya.

 BACA JUGA:

“Ganjar-Mahfud punya kepedulian yang besar terhadap pesantren, mereka bisa mengaktuaisasikan kebijakan yang berpihak pada pesantren. Jadi nanti pesantren lebih dibantu untuk wirausahanya, sehingga pesantren lebih mandiri, ada sumber-sumber pendapatan yang lain,” kata Yenny Wahid.


Follow Berita Okezone di Google News


Selain itu, Direktur Wahid Foundation ini mengungkapkan Ganjar- Mahfud akan lebih memberdayakan santri. Salah satu program unggulan yang ditawarkan yakni Santripreneur. Lalu kemudian ada program guru ngaji dan marbot masjid yang akan diberi gaji dan insentif.

“Guru ngaji dan marbot mendapatkan sentuhan perhatian khususnya dari pemerintah. Kalau ini kan sudah dilakukan Pak Ganjar di Jateng. Jadi ini bukan janji. Ini dilanjutkan di skala nasional,” ungkapnya.

“Nah ini contoh-contohnya, anak-anak santri bisa juga sama berkembangnya dengan lulusan sekolah nasional nonsantri,” tambahnya.

Kemudian berikutnya, Yenny memastikan akan ada kesetaraan antara pondok pesantren dengan sekolah umum. Misalnya terkait adanya keluhan ijazah ma’had ali pesantren salaf yang ijazahnya tidak bisa diterima untuk mencari pekerjaan.

Baca Juga  Besok, MK Bakal Putuskan Gugatan Batas Usia Capres dan Cawapres : Okezone Nasional

“Jadi ke depan harus ada upaya untuk menyamakan, sehingga anak-anak lulusan pesantren salaf juga bisa punya kesempatan, pekerjaan yang sama seperti anak Indonesia lainnya. Komitmen kita seperti itu,” jelas Yenny Wahid.

Quoted From Many Source

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *